Sby. (62-31) 8480821-22.
0813 3200 3300. PIN BB: 2BAE0E95.

Jkt: 021 031-53151389.
081318230199 . PIN: 2A8798AE

Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

Info: 0813 3200 3300
Pin BB: 2699992D

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER

Program Pendidikan Kuliner
Diploma 1, D2, dan D3.

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.

Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.
Telp: 031-8433224-25.
Flexi: 031-70114130.
HP: 0817321024.
Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.
Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi
Stuktur Kurikulum
Kalender Akademik

Fasilitas
Biaya Perkuliahan
Kegiatan Perkuliahan

Kegiatan Extra Kulikuler

Kegiatan Olah Raga


Buku Bahan Tambahan Pangan Sesuai Dep Kes & Balai Pom. Fungsi Bahan & Dosis Pemakaian yang diperbolehkan.

Info: Kursus Tristar 031-71933131 - 081332004197






Informasi:
Kursus Tristar Royal

Cabang Royal Plaza Surabaya

Lantai 3 Blok N1-17.

Telp/Fax 031-8271625

Ibu Amey Flexi: 031-83109709

Esia: 031-91938824


Jadwal Kursus Tristar Royal.


Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Royal Plaza.


Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute & TV Anak Spacetoon


Aneka Mesin & Peralatan Home Industry


Hot Cafe - Tristar Royal Plaza

Daftar Menu


Poduct List Tristar Machinery


Anda ingin membuka Cafe?


Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe


Kursus Minuman Cafe di Tristar Royal


Peluang Bisnis:


Peluang Bisnis Jagung Bakar di Mall


Kerjasama Kursus Tristar dengan Media TV


Shooting Arek TV
Shootil (Cooking Class Traveling dengan Mobil Cafe Tristar)

Rhamadan Penuh Ceria


Shooting Spacetoon

Kursus Masak Anak Anak - Kids Cooking Class


Surabaya TV

Cooking with the Chef




Anda ingin belajar Home Industry via VCD Tutorial?





Jadwal & Materi Kursus Tristar















logoculinary.png

TTA

BUM GIF

tristar royal GIF

Link - Link

ANEKA KURSUS HOME INDUSTRI
KURSUS BIOETANOL & BIODIESEL
KURSUS ANEKA LILIN HIAS
KURSUS BEBEK PEKING & OVEN APOLLO
KURSUS ANEKA MASAKAN & KUE KUE DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE
SEKOLAH KULINER PROGRAM DIPLOMA1, D2 & D3
Kuliah Sambil Bekerja di LPLK Tristar
Cara Produksi Chicken Nugget
Toko Mesin Tristar Harga Promosi
KURSUS BEBEK PEKING
KURSUS KUE & MASAKAN di TRISTAR cabang ROYAL PLAZA
Pelatihan Wira Usaha Tristar
Kursus Industri Sosis & Mesin Industri Sosis
Kursus Pelapisan Logam
Belajar Melukis Di Kaos/Painting on TShirt
Belajar melukis di Gelas & Ceramic/ Ceramic & Glass Painting
WISATA KULINER TRISTAR
TRISTAR MACHINERY
TRISTAR FOOD INGGRIDIENT
Peluang Usaha Bakso
Peluang Bisnis Ice Cream
Peluang Bisnis Keripik Buah
Peluang Bisnis Electroplating
Peluang Bisnis Handicraft & Souvenir
Pelatihan Wira Usaha Tristar
MESIN PRODUKSI MIE
KURSUS KULINER TRISTAR
Program Kursus Kuliner di Tristar.
TRISTAR MACHINERY
TRISTAR CULINARY INSTITUTE
Kursus Wira Usaha

Pages

11 December 2014

Kreasi Mahasiswa S1 Tataboga


Dari Jurusan Kuliner (Part-2)
Di jurusan ini para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan yang bertemakan hidangan nusantara (Indonesia) dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese bertemakan bumbu Szechuan dengan berbagai olahan. 


Tongseng Kambing Solo
Ø  Tongseng Kambing Solo (Kreasi: Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti)
Menyebut sajian masakan Tongseng, yang terkenal adalah makanan khas daerah Solo. Tongseng adalah sejenis gulai dengan citarasa bumbu yang lebih pekat. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol. Untuk bumbu tumis yang digunakan terdiri dari campuran bawang putih, kecap, dan merica. Biasanya tongseng disajikan bersamaan dengan sate kambing.
Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti



















Sate Serepeh Rembang
Ø  Sate Serepeh Rembang (Kreasi: Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina)
Begitu banyak jenis sate yang kita kenal, dan hampir setiap daerah memiliki jenis sajian sate dengan sebutan khas nama daerahnya, misalnya sate Madura, sate Padang yang masing-masing memiliki ciri khas. Namun sudah pernah dengarkah yang namanya Sate Serepeh ? Sate khas kota Rembang (Jawa Tengah) ini agak sedikit berbeda dari sate ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah citarasa bumbunya dibuat dengan menggunakan santan, gula merah dan bumbu kacang. Bumbu sate ini warnanya merah kecokelatan dengan rasa gurih dan pedas yang unik. Untuk penyajiannya, paling enak dinikmati bersama nasi dan sayur sambal goreng labu.
Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina


















Dendeng Batako Padang
Ø  Dendeng Batako Padang (Kreasi: Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin)
Ciri khas masakan Padang satu ini adalah citarasa bumbunya yang pedas dan empuknya daging sapi begitu digigit. Agar daging tetap terjaga keempukannya, pemakaian daun salam cukup penting untuk menghilangkan bau amis yang melekat dari daging sapi, sementara garam untuk memberikan rasa gurih. Berikutnya, daging direndam bersama bumbu yang sudah dicampur menjadi satu setelah matang lalu digoreng.
Nah, untuk penyajiannya jika biasanya menggunakan sambal balado dengan warna cabe merahnya yang menantang kepedasaannya, di ujian ini Nurul dan Ibnu menyuguhkan dendeng Batako dengan sambal ijo yang sensasinya tak kalah rasa pedasnya.

Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin


















Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara


Ø  Pecel & Bacem Jawa Timur (Kreasi: Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara)
Berbicara tentang sajian pecel, makanan ini tak pernah surut akan penggemarnya dan makin berkembang sebagai warisan kuliner nusantara yang musti dilestarikan. Pecel adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran.
Dalam penyajian, biasanya pecel yang terdiri dari sayur yang direbus (kacang panjang, tauge panjang, dll) dan lauk dihidangkan dengan alas daun pisang atau pincuk. Tapi tidak bagi dua mahasiswa ini, Elsa dan Prabu menata nasi pecel sedemikian rupa agar makanan ini makin enak dipandang. Penyajian secara berlapis-lapis dengan siraman bumbu kacang diatasnya. Alangkah bertambah nikmat, sajian pecel ini disertai dengan lauk tempe dan ayam bacem yang rasanya manis gurih.  


Nasi Pecel




Tempe & Ayam Bacem













Sweet & Spicy Chicken Kebab

Ø  Sweet & Spicy Chicken Kebab (Kreasi: Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga)
Mungkin kita sering mendengar makanan bernama kebab. Sebutan kebab ini hidangan daging yang masak dengan cara dipanggang dan ditusuk. Masakan ini bisa disajikan dengan beragam saus, untuk paduannya bisa berasa pedas manis.
Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga



















Szechuan Shrimp
Ø  Szechuan Shrimp (Kreasi: Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa)
Hidangan Szechuan ini terkenal rasanya pedas mengigit karena didominasi oleh cabe merah Szehuan dan merica ternyata banyak penyukanya. Dimasak dengan udang, citarasa bumbu Szechuan makin terasa mantap. Yang perlu diperhatikan juga adalah penyajiannya dan jangan lupa taburan wijen sangrai untuk menambah aroma.
Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa
















Prawn With Szechuan Style Sauce


Ø  Prawn With Szechuan Style Sauce (Kreasi: Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)
Sajian oriental dengan citarasa bumbu Szechuan yang dikenal memiliki rasa pedas ini sangat cocok untuk lidah orang Asia. Bumbu ini cocok dimasak dengan beragam bahan makanan. Dalam masakan ini, perpaduan gurihnya udang besar dan perasan jeruk lemon sangat menambah kesegaran citarasanya. *Upi

Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)






















 Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Ø  ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang
Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang
Telp 021-53151389  Fax 021-53155652

14 September 2014

Kursus Masak Terbaik & Terlengkap di Indonesia




Karyawan Yayasan Wahana Visi Indonesia Belajar Membuat Bakso dan Siomay di TCI

UNTUK meningkatkan ketrampilan (skill) individu setiap staf dan karyawan Yayasan Wahana Visi Indonesia (LSM Wahana Visi), mereka diikutkan pelatihan membuat aneka bakso di Tristar Culinary Institute (TCI) pada Selasa (9/9).


Pelatihan membuat aneka bakso yang diikuti 17 staf (karyawan) ini bertujuan untuk membekali ketrampilan pribadi karyawan agar nantinya mereka bisa membuka usaha sendiri (wirausaha) secara mandiri. Jika usahanya berhasil tentunya bisa ditularkan kepada orang lain yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Stanny Adolfin Salindeho, ketua panitia pelatihan dari Yayasan Wahana Visi Indonesia, disela mendampingi rekan-rekannya belajar mempraktikkan cara membuat aneka bakso yang lezat dengan dipandu langsung oleh Harry Suseno, instruktur masak dari TCI.

Mengapa belajar membuat aneka bakso? Menurut Stanny, praktik membuat bakso ini dipilih karena selain gampang dipelajari (tidak ribet) juga peminatnya banyak. Pasalnya, bakso merupakan salah satu makanan favorit yang disuka kaum hawa maupun kaum adam.

Pihaknya memilih TCI setelah mendapat informasi dan re3ferensi dari ibu Yuyun Anwar, instruktur masak yang sering diundang pihak TCI mengajarkan cara membuat aneka bakso yang bikin lidah bergoyang.

Dalam pelatihan ini, pihaknya diajarkan cara membuat bakso halus dari daging sapi, bakso kasar, siomay, tahu bakso, kiah bakso dan sambal bakso. Materi yang diajarkan ini tentu menarik untuk disimak dengan seksama, mengingat pekerjaannya sehari-hari lebih berorientasi pada pengembangan diri anak-anak usia 0-18 tahun.

Sementara itu, insruktur masak dari TCI Harry Suseno,  dibantu Arjuna dan Yarien (asisten), tampak telaten melayani pertanyaan peserta pelatihan, yang terdiri atas 11 wanita dan 6 laki-laki. 


Mereka (sambil menyimak fotokopi materi pelatihan yang dibagikan pihak TCI) antusias mendengarkan penjelasan instruktur, mulai persiapan bahan dasar, cara meracik bumbu dan membuat penthol bakso hingga menyajikannya dengan tampilan yang semenarik mungkin.

Atensi yang tinggi ditunjukkan saat menyiapkan potongan daging dan bumbu yang akan di-mixer untuk dihaluskan sebelum dijadikan penthol bakso. Dalam kesempatan itu, Harry Suseno juga memberi tips bagaimana membuat penthol bakso yang kenyal (tanpa pengawet boraks) dan enak rasanya, meskipun dilakukan dengan cara manual.

Usai belajar membuat aneka bakso, setiap peserta berhak mendapatkan sertifikat dari pihak TCI. Hasil masakannya pun bisa dibawa pulang. Suatu pengalaman belajar memasak yang tidak terlupakan. Selamat! (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Sekolah Masak - Akademi Tataboga - Pendidikan Kuliner - Perhotelan Pariwisata - Culinary Academy - Cooking School - Praktek Setiap Hari.
Sekolah Masak Terbesar & Terbaik di Indonesia.

04 July 2014

Kursus Masakan di Tristar Culinary Institute



Kolaborasi Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim dan Tristar Culinary Institute

234 Anggota Koperasi Belajar Kuliner

KEPERCAYAAN publik terhadap eksistensi Tristar Culinary Institute (TCI), sebagai lembaga pelatihan kuliner swasta di Surabaya yang berpengaruh semakin mengkristal. Kali ini giliran Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim Jl Jemur Andayani 55 Surabaya yang menjalin kerjasama dengan pihak TCI menggelar pelatihan kuliner untuk para anggotanya.


Kerja sama antara dua lembaga itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 361/OR/SK/KSBW/V/2014 tertanggal 16 Mei 2014 yang ditandatangani Ir Indri Soerjani, Ketua I Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim dan Nofembrianti dari pihak TCI Surabaya.


Bendahara II Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim Kusumo Wardhani, mengatakan, pelatihan kuliner menu katering ini merupakan program kerja koperasi untuk tahun 2014. Selain itu masih ada jenis pelatihan lain yang masuk program kerja tahun ini yakni teknologi informasi (TI) komputer, kerajinan (handicraft), dan menjahit (pecah model dan busana).

”Ketika itu kami tawarkan kepada anggota untuk mengikuti pelatihan kuliner menu katering ternyata dari 11 ribu-an anggota koperasi hanya menjaring 234 orang peserta. Sedangkan anggota lainnya memilih belajar komputer, busana atau kerajinan.Makanya 234 orang ini yang kami gilir belajar kuliner di TCI mulai 19 – 31 Mei 2014,” ujar Bu Dhani, sapaan karib Kusumo Wardhani ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Selasa (20/5).


Pelatihan kuliner kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini selain untuk menambah keterampilan anggota dalam hal kuliner, juga diharapkan kelak setelah mereka belajar praktik menu katering secara langsung, ada keinginan untuk membuka usaha katering sendiri sekalipun dalam skala rumahan.


”Nah, dengan bekal keterampilan masak memasak inilah, kami berharap para anggota koperasi bisa mengkreasikan pengalamannya ini dengan membuka usaha mandiri demi menambah penghasilan keluarga. Kami akan support mereka sampai sukses,” terang Kusumo Wardhani.

Nofembrianti dari TCI Surabaya menambahkan, kerjasama antara TCI dengan Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan TCI tetap diperhitungkan dalam menghelat pelatihan kuliner maupun pelatihan nonfood.

Dalam surat perjanjian, sebetulnya yang dijadwalkan ikut pelatihan kuliner adalah 234 orang, tetapi untuk tahap awal anggota koperasi yang menyatakan kesiapannya baru 175-an. Makanya yang dilatih untuk sementara baru 175 orang. Pelatihannya sendiri dimulai sejak Senin (19/5) lalu dari pukul 09.00-14.0009.00-14.00 dengan durasi lima jam perhari.

Setiap hari pelatihan kuliner menu katering ini diikuti 25-30 peserta, yang terbagi dalam lima kelompok @ enam orang. Mereka diajarkan menu pembuka (aneka salad), menu inti (aneka olahan daging dan sayur) dan menu penutup (terdiri atas pudding dan aneka es).

Pihak TCI menunjuk dua orang sebagai instruktur andalnya, yakni chef Yudha Agustian dan chef Mahmudi, untuk mendampingi peserta pelatihan menu katering dari Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim.

”Selain itu, setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan tas cantikdari TCI yang berisi celemek, materi pelatihan, ballpoint, snack (makanan ringan)dan air minum dalam kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan kami berikan sertifikat,” pungkasnya. (ahn)

Lomba Aneka Penyetan di Akademi Pariwisata Majapahit



Authentic Indonesian Challenger 2014

29 Mahasiswa Akpar Majapahit Sukses Ramaikan Lomba Bikin Aneka Penyetan

KEMARIN di hari yang cerah, Akpar Majapahit menggelar ajang perlombaan yang bertajuk “Authentic Indonesian Challenger 2014” pada hari sabtu (24/5) mulai pukul 09.30-12.00 WIB, dengan menu masakan aneka sambal dan penyetan di Gedung Kampus Akpar Majapahit di Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
   



Tujuan acara ini di selenggarakan selain untuk bekerja sama dengan Chef Sarwan, tetapi juga untuk pengenalan buku baru dari Chef Sarwan tentang masakan aneka penyetan dan sambal ala Chef Sarwan.


Di samping itu, selaku pihak Yayasan dan Dosen Akpar Majapahit sendiri ingin agar anak didiknya lebih mengerti dan mendalami masakan tradisional Indonesia. Sehingga event ini dinilai bisa untuk dijadikan ajang promosi bagi kampus.

“Dengan diadakannya lomba tersebut, peserta lomba yang pesertanya adalah mahasiswa Akpar Majapahit bisa mengenalkan masakan tradisional Indonesia di Kancah Internasional”, ujar Ir. Juwono Saroso Owner Akpar Majapahit.


Untuk bahan masakan aneka penyetan sudah ditentukan oleh panitia yang terdiri dari Putri Aldenia, Jiurike Alvionita, Cindra Siedharta, Rizky Setiawan dan Tri Setiawan sebagai anggota panitia yang membantu dalam acara ini. Pembagian dapur, sudah diatur oleh panitia yang masing-masing dapur diisi oleh kurang lebih 7 peserta.

Menurut Ketua Panitia Putri Aldenia, lomba masak aneka penyetan yang semula berjumlah 31 mahasiswa peserta menjadi 29 mahasiswa peserta, di karenakan 2 mahasiswa sedang berhalangan hadir saat itu. Walaupun begitu, mahasiswa yang meramaikan kegiatan ini pun tetap berjalan mulus seperti yang sudah direncanakan, acara dimulai dari pukul 09.30 pagi hingga selesai.



Seperti yang di ketahui, selain memasak masakan aneka penyetan, mahasiswa juga di tuntut untuk mengkreasikan minuman tradisional mereka sendiri. Dan nantinya akan langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Chef Sarwan, Chef Bagus dan Anang salah satu juri tamu dari penerbit Genta Grup.

Saat acara di gelar, banyak Stasiun TV seperti ANTV, SCTV, Trans TV dan masih banyak lagi yang hadir dan ikut meliput event ini dari proses memasak hingga penilaian. Selain itu, bisa di katakan pula ini termasuk event baru, karena ide lomba dan resepnya memang di ambil atau menduplikat resep Chef Sarwan.



Ada bermacam-macam resep yang disodorkan oleh Chef Sarwan tetapi hanya 31 resep yang terpilih dan peserta memasak masakan yang telah diacak atau undian dan peserta tinggal mengolahnya saja.



Diantara masakan yang lain, ada beberapa yang menarik dan menggelitik lidah, seperti lele goreng penyet sambal ijo, iga penyet sambal bledeg, udang goreng penyet sambal taoco, dan iga bakar sambal kemiri.

Khusus untuk bahan minuman tradisional, peserta menyiapkan sendiri bahan dan perlengkapan nya. Hasil kreasi masing-masing peserta lomba minuman tradisional seperti temulawak, wedang jahe lidah buaya, tauwa dan ginger green tea.




Setelah peserta lomba selesai memasak dan meng-garnish hasil masakan mereka, yang hanya diberi waktu 90 menit. Semua tantangan pun berhasil di selesaikan oleh peserta dan pada saat penilaian komentar para dewan juri pun sangat memuaskan bagi juri maupun mahasiswanya sendiri


Kriteria penilaian didasarkan pada empat aspek, yakni kreativitas (minuman), penampilan (makanan & minuman), kebersihan, dan yang paling penting adalah tekstur dan rasa.

Tak ayal, jika mahasiswa Akpar Majapahit selalu berhasil di setiap tantangan yang diberi dalam kejuaraan lomba dimana pun. Karena memang keunggulan disini sistemnya Studi Praktek setiap hari dengan 3 – 4 resep perhari, ditambah lagi dengan pengajar yang sudah ahli dan matang di bidangnya.



“Antusias para mahasiswa peserta lomba pun sangat senang bisa mengikuti ajang perlombaan ini dan banyak sekali yang minat untuk mendaftar, tetapi sayangnya karena terbatas maka siapa yang mendaftar terlebih dahulu itulah yang akan menjadi peserta lomba,” terang Rizky Setiawan salah satu anggota panitia AIC 2014.



Untuk harapan dari pihak pembina Akpar Majapahit. Dengan menggelar ajang perlombaan seperti ini bisa memotivasi  mahasiswa untuk tetap terus mencintai masakan tradisional Indonesia sehingga dapat dikenal di kalangan luar.

Ada juga beberapa tips dari Chef Sarwan untuk memasak aneka penyetan. “Pertama, Iga direbus agak lama dan ditutup agar lebih meresap dan lebih cepat lunak, biar lebih enak menggunakan tutup kaca agar bisa dilihat. Kedua ikan laut, lele dan patin gampang untuk didapatkan di sungai, sedangkan wader susah didapat karena harus mencari di tawar, tetapi rasanya khas berminyak dan lebih enak.”



Selain perlombaan, ada juga Cook Display dari salah satu mahasiswa senior yang menampilkan kreasi penyetan baru yang tak lazim dengan gurita atau octopus, dengan tema menu “Kingdom of Baby Octopus”. Gurita identik karena semakin lama di masak, maka tekstur daging akan semakin keras dan tidak enak untuk dimakan, justru dengan dimasak dalam waktu yang sebentar akan lebih enak, di tambah lagi dibagian kepalanya di isi dengan daging ayam cincang.

Pasalnya, pihak panitia sudah menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba Authentic Indonesian Challenger (AIC) 2014, yakni Juara I mendapat potongan 10 peresen uang kuliah (SPP), Juara II memperoleh potongan 8 persen uang kuliah, Juara III berhak mendapat potongan 6 persen uang kuliah dan Juara Harapan akan memperoleh potongan 5 persen uang kuliah.



Setelah gelaran lomba tersebut, akhirnya dewan juri memutuskan empat pemenang AIC 2014, yakni Farah Rizqa Rifni (Juara I), Yunita Tiffany Laos (Juara II), Bayu Perdana Kusuma (Juara III) dan Melisa Arianasari Pribadi (Juara Harapan).

Selamat kepada para pemenang. Maju terus bersama Akpar Majapahit. Perhelatan AIC 2014 di Kampus Akpar Majapahit Sabtu (24/5) siang itu semakin semarak dengna hadirnya sejumlah wartawan media cetak dan elektronika yang meliput acara tersebut. (ica, ahn)